Senin, 07 Oktober 2013

First Love at School

Hari pertama aku masuk SMP (sekolah menengah pertama) di kotaku, seperti biasa kebiasaanku di SD (sekolah dasar) masih belum hilang. Lagi-lagi aku terlambat masuk sekolah, sehingga aku hanya dapat kursi kosong yang letaknya di paling belakang kelas. Selama tiga hari berturut-turut aku menjalani MOS (masa Orientasi Siswa) yang menyebalkan menurutku.
Setelah masa MOS berakhir, baru dimulailah kegiatan belajar efektif bagi kelas VII (tujuh). Jam pertama di isi mata pelajaran fisika di mana kami sekelas di bagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat karya ilmiah sederhana yang cukup menantang. Di sinilah cinta pertamaku tumbuh pada seorang gadis teman sekelasku yang menurutku dia sangat cantik, baik, dan masih sangat polos sama sepertiku.
Sebut saja namanya Janah. Ketika itu janah tidak membawa penggaris yang di perlukan untuk membuat karya ilmiah sederhana yang telah di tugaskan. Tiba-tiba di menghampiriku dan menatap mataku untuk meminjam penggaris miliku. Pada saat itu, aku belum merasakan apa-apa karena hal tersebut biasa menurutku. Akan tetapi saat aku memperhatikannya sedang menggunakan penggarisku, entah kenapa perasaanku tak menentu dan aku jadi suka memperhatikannya. Sejak saat itulah aku menjadi penggemar rahasianya. Karena pada saat itu aku masih belum mengerti apa itu cinta? atau pacaran? sehingga aku pendam saja perasaan itu. meskipun aku tahu bahwa dia mungkin juga suka padaku karena kami memang bersahabat baik sejak saat itu.
Sampai akhirnya kami lulus dari SMP, aku tetap tidak mengatakan perasaanku padanya. hingga sampai saat ini pun aku tidak lagi mendengar kabarnya. Walaupun demikian, dia tetap menjadi cinta pertama yang terindah bagiku.


_Sekian dan Terima Kasih_   

Hantu pocong di masjid ta’lim

Peristiwa hantu pocong di masjid ta’lim terjadi pada saat aku berumur ± 6 tahun. Tepatnya saat aku berada dirumah nenekku. Pada pukul 07.30 malam, aku bersama dengan abangku menonton tv diruang keluarga. Oleh karena lingkungan nenek masih jarang terdapat perumahan, ditambah rumah nenek yang cukup luas, Menyebabkan pada pukul 09.00 sudah terasa sepi. Nenekpun sudah mulai mengunci pintu, mematikan lampu-lampu, dan mematikan tv sembari memerintahkan kami berdua untuk tidur dikamar paman yang sedang tidak ada dirumah pada saat itu. Tetapi kami berdua menolaknya, karena kami tahu kalau kamar paman terasa pengap dan membuat gerah. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur didepan tv yang ada di ruang keluarga. Tanpa banyak bicara lagi, nenek menggelarkan kami kasur lipat dan memberikan kami bantal beserta selimutnya. Nenek juga menyemprotkan obat nyamuk di sudut-sudut ruangan. Tanpa terasa tubuhku yang lelah, langsung terbaring pulas diatas kasur.
Kemudian dimulailah kejadian yang menyeramkan itu. Pada Saat tengah malam tiba, aku terbangun dan membuka mata. Tanpa disadari, aku sudah berada diruang masjid ta’lim nenekku. Setelah aku melihat ke arah jendela, ada sesosok mahluk (pocong) yang berwajah hitam, berbadan kurus dan tinggi dengan kain kafan putih, berdiri tepat didepan jendela. Saat itu aku sempat takut, tetapi akhirnya aku memberanikan diri untuk membaca surat “Al-Fatiha” walaupun sambil menutup mata. Tiba-tiba saat ku membuka mata, mahluk itu sudah menghilang dari hadapanku. Akupun langsung lari ketempat semula dimana aku tidur. Setelah sampai akupun langsung menutupi wajahku dengan bantal.
Keesokan harinya, aku menceritakan kejadian tersebut pada nenek dan abangku, sekaligus bertanya pada mereka siapa yang memindahkan aku semalam. Tetapi mereka tidak percaya dan mengatakan bahwa mereka tidak memindahkan aku semalam. Tanpa mencoba memaksa mereka untuk percaya. Akupun mulai mencoba untuk melupakan kejadian itu.    


_Sekian dan Terima Kasih_

Kamis, 31 Januari 2013

CYCLE OF FRIEND


Ooh ... Friend
Why you very naive on me???
At the first time to meet, you very good to me
You very considerate to me
You highly appreciate my existence
But ...
Why when we are familiar, you do not care about my existence
You very rough on me
You are so bad on me
Is this the way you look at your friends?
Is this the way you think of a friend?
Life is can't predictable
Although you experiencing that again
You will forget the sense that and will fall again.